Hasil Penelitian, Ternyata Orgasme Ada Buruknya


Mencapai Orgasme saat berhubungan seksual tentu menjadi tujuan utama setiap orang. Ketika medapatkan hal tersebut, banyak yang meyakini bahwa akan baik untuk setiap pasangan.

Ternyata, semua tidak seperti apa yang dipikirkan. Sebab, para peneliti dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Arcives of Seksual Behavior, menghasilkan deskripsi tentang Orgasme yang buruk, dengan beberapa alasan utama.

Orgasme buruk bisa membuat tidak menyenangkan bagi setiap orang. Bahakan, dapat memiliki dampak negatif bagi hubungan, atau kesehatan psikologis. Seperti dirangkum AkuratIntim dari laman Health.com.

Studi tersebut melibatkan 726 peserta, dengan memfokuskan beberapa alasan selama pencapaian Orgasme saat berhubungan seksual, serta alasan untuk tidak menikmati klimkas yang dialami.

Beberapa alasan yang keluar dikarenakan terpaksa, karena tidak ingin adanya pertengkaran dalam hubungan. Oleh sebab itu, pasangan akan tidak benar-benar menikmati.

"Hasil Penelitian menujukan bawah perasaan ditekan untuk Orgasme juga dapat menimbulkan stres, atau pengaruh negatif lainya," kata peneliti

Seperti contoh, pria dan wanita sudah berkomitmen untuk mencapai Orgasme selama berhubungan seksual. Tujuanya, agar sama-sama mendapatkan manfaat yang dirasakan. Akan tetapi, satu pasangan tidak akan mendapatkan manfaat, karena adanya tekanan.

Alasan lain karena Orgasme buruk dapat membuat masalah kesehatan mental. Dimana, para peserta sependapat bawah Orgasme yang dilakukan tanpa komponen emosional.

Untuk itu, sebelum berhubungan seksual, harus ada persetujuan dahulu, agar Orgasme yang dicapai mendapatkan manfaat, bukan membuat masalah baru.

No comments for "Hasil Penelitian, Ternyata Orgasme Ada Buruknya"